Selasa, 06 April 2021

KD 3.10/ BAB 5 STRUKTUR BUMI DAN DINAMIKANYA

 Materi IPA hari Rabu, 30 Maret  2022

Planet Bumi yang kita tinggali ini kalau dipikir-pikir usianya sudah cukup tua ya? Hmm….

Kira-kira kalau sudah tua, apakah kamu bisa menebak berapa usia bumi sekarang ini? Hari ulangtahunnya kapan?


  1. Atmosfer

Atmosfer berasal dari 2 kata Yunani, yakni atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan uap (udara) yang menyelimuti bumi. Atmosfer terdiri atas campuran gas, sedikit cairan dan padatan yang menyelimuti bumi mulai dari permukaan bumi hingga luar angkasa. 

Atmosfer terbentuk dari letusan gunung berapi yang kaya nitrogen dan karbon dioksida, tetapi sedikit oksigen. Kemudian, organisme fotosintetik mengolah karbon dioksida menjadi oksigen dan melepaskan oksigen tersebut ke atmosfer sebagai hasil pengolahan makanan yang memanfaatkan cahaya matahari. 

Atmosfer tersusun atas gas nitrogen sebesar 78%, Oksigen 21%, Karbon dioksida, argon, dan beberapa gas lain menyusun sebagian kecil dari atmosfer. Berikut komponen penyusun atmosfer : 

2.  Lapisan Atmosfer

Atmosfer tersusun atas 2 bagian yaitu bagian bawah terdiri dari Troposfer dan Stratosfer, bagian bawah terdiri dari Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Berikut ilustrasi lapisan atmosfer : 

Troposfer merupakan lapisan atmosfer paling bawah. Ketinggiannya mulai dari permukaan laut (0 km) hingga 10 km di atas permukaan laut (dpl). Sebagian besar troposfer berbentuk uap air dan 75% terdiri atas gas-gas atmosfer. Troposfer merupakan tempat berlangsungnya sistem bumi, seperti hujan, angin, salju, awan dan aktivitas makhluk hidup, termasuk manusia. 

Berikut contoh awan yang ada di troposfer

a. Stratosfer : pesawat yang melintas di udara berada di lapisan stratosfer. Stratosfer memiliki ketinggian antara 10 – 50 km dpl. Lapisan stratosfer memiliki sedikit awan, namun tidak ada aktivitas cuaca, sehingga tidak mengganggu penerbangan. Sebagian besar stratosfer terdiri atas gas ozon (O3). 

b. Mesosfer : ketika melihat meteor, terlihat seperti meteor melintasi bumi kemudian hilang. Namun sebenarnya meteor sedang menuju bumi dan terbakar habis di atmosfer. Lapisan atmosfer yang membakar meteor tersebut adalah mesosfer. Mesosfer memiliki ketinggian 50 – 85 km dpl dan menjadi lapisan pelindung bumi dari benda-benda luar angkasa. 

c. Termosfer : memiliki ketinggian antara 85-500 km dpl. Dinamakan termosfer karena suhu ang sangat panas yakni mencapai 1.982°C. Termosfer berfungsi sebagai tempat mengorbitnya teleskop Hubble dan pesawat ulang-alik, serta melindungi bumi dari radiasi ultraviolet. 

Teleskop Hubble adalah teleskop luar angkasa yang diciptakan oleh Edwin Hubble tahun 1985, tahun 1990 di”angkasakan” oleh NASA, memiliki massa 11.110 kg, mengorbit pada ketinggian 559 km. Dengan ini, ilmuwan mengobservasi dan mempelajari jagad raya, objek luar angkasa seperti lubang hitam (black hole), galaksi, bintang, dan sebbagainya. 

Pada malam hari, tanpa energi Matahari, gelombang radio dipantulkan pada ionosfer, sehingga dapat terpancar dengan jarak yang lebih jauh seperti pada ilustrasi berikut : 

d. Eksosfer : terdapat pada ketinggian lebih dari 500 km dpl. Kandungan utama dari eksosfer adalah hidrogen. Jika melihat video atau film penjelajahan luar angkasa, terlihat bahwa pesawat luar angkasa dan satelit yang mengorbit di eksosfer tidak dapat bergerak bebas seperti pesawat biasa. 

Satelit-satelit buatan yang mengitari bumi tersebut berada dalam atmosfer bumi, yaitu lapisan eksosfer. Berikut contoh satelit buatan yang mengitari bumi : 

3. Tekanan Udara di Atmosfer

Udara yang ada di atmosfer memiliki sebuah tekanan udara yang menekan permukaan bumi. Besarnya tekanan udara menurun seiring dengan bertambahnya ketinggian suatu tempat. Di atmosfer terdapat lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet. 

Perlu diingat bahwa sifat zat adalah memiliki massa. Gas di atmosfer juga memiliki massa. Atmosfer menyelubungi bumi hingga ratusan kilometer di atas permukaan bumi. Gravitasi Bumi akan menghasilkan gaya tarik molekul gas mengarah ke permukaan bumi, sehingga berat molekul suatu gas akan menekan udara di bawahnya. 

Akibatnya, molekul udara di dekat permukaan bumi lebih rapat. Udara yang memiliki kerapatan tinggi ini akan menghasilkan gaya tekan yang besar pula. Gaya yang diberikan pada suatu daerah disebut tekanan. 

Berikut ilustrasi molekul udara berkurang sesuai ketinggian :

4. Suhu di Atmosfer

Energi Matahari dipancarkan dengan radiasi ke seluruh sistem galaksi Bima Sakti. Sebelum mencapai permukaan bumi, radiasi energi Matahari akan melewati atmosfer, oleh atmosfer sebagian energi Matahari akan diserap dalam bentuk kalor atau panas. 

Suhu di setiap lapisan atmosfer berbeda seperti pada gambar berikut : 

Lapisan troposfer memiliki suhu antara -52°C hingga 17°C. Bagian terendah dari stratosfer memiliki suhu paling hangat, karena permukaan bumi menyerap energi radiasi Matahari kemudian menyalurkannya ke udara di atasnya. 

Pada lapisan mesosfer, semakin tinggi maka temperaturnya semakin rendah, karena mesosfer tersusun atas molekul gas yang sulit menyerap energi Matahari. 

Lapisan termosfer dan eksosfer merupakan lapisan pertama yang menerima radiasi energi Matahari dan memiliki jumlah molekul yang sedikit. Namun, molekul pada 2 lapisan ini sangat efektif menyerap energi Matahari. Akibatnya, semakin tinggi ketinggiannya semakin besar pula temperaturnya. 

5. Lapisan Ozon

Radiasi yang dihasilkan matahari salah satunya sinar ultraviolet (UV). Jika lama terpapar sinar ultraviolet dapat merusak kulit dan menyebabkan kanker kulit. Radiasi UV yang menuju bumi ada 50%. Namun yang sampai ke permukaan bumi hanya 1%, karena 99% radiasi UV diserap oleh lapisan ozon. 

Lapisan ozon (O3) terdapat pada stratosfer dengan ketinggian 18 – 54 km dpl, tersusun atas oksigen, satu molekul ozon memiliki 3 atom oksigen yang berikatan. Ozon berfungsi menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet dalam atmosfer. Kandungan ozon dalam stratosfer tinggi, sehingga dapat melindungi Bumi dari radiasi Matahari yang berbahaya. 

Konsentrasi ozon di atmosfer berubah setiap waktu. Faktor yang mempengaruhi konsentrasi ozon yaitu gas  CFC yang berasal dari pendingin lemari es,  (AC), dan parfum. CFC mampu memecah molekul ozon yang ada di atmosfer. CFC terdiri atas atom carbon (C), Fluor (F), dan Klorin (Cl). 

Kandungan klorin dari CFC dapat memecah molekul ozon seperti gambar berikut : 

Ketika CFC di atmosfer, sinar ultraviolet memecah molekul CFC kemudian atom klorin mendekati dan memecah molekul ozon. Satu atom oksigen berikatan dengan klorin, sisanya membentuk molekul oksigen (O2). Hasil reaksi klorin dan oksigen tidak dapat menyerap radiasi matahari. Akibatnya, semakin banyak ultraviolet yang sampai ke permukaan Bumi. 

Pemecahan molekul ozon oleh CFC mengakibatkan penurunan konsentrasi ozon. Penurunan ozon tersebut terjadi di bagian Kutub Utara (Antartika) dan disebut lubang ozon. Setiap tahun, konsentrasi ozon akhir Agustus atau awal September menurun. Pada Oktober, konsentrasi ozon berkurang kemudian terus naik dan lubang ozon hilang pada Desember. 

Berikut lubang ozon hasil pengamatan NASA :

Pengamatan NASA menunjukkan lubang ozon semakin membesar dari tahun 1980 hingga 2010. Warna biru tua menggambarkan konsentrasi ozon paling rendah. Dari gambar tersebut diketahui bahwa dari tahun 1980-2010 luas atmosfer dengan konsentrasi ozon rendah semakin meluas. Ini menunjukkan dampak serius penggunaan CFC. 

6. Litosfer

Litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos (batuan) dan sphaira (lapisan). Litosfer merupakan lapisan batuan yang ada di bumi. Dalam pengertian luas, litosfer diartikan sebagai seluruh bagian padat bumi termasuk intinya. Struktur padat bumi terdiri atas kerak bumi, mantel, dan inti bumi. 

Sumber :https://wirahadie.com/lapisan-bumi/amp/

Untuk lebih memahami materi tersebut silahkan buka link PPT berikut iniπŸ‘‡

https://drive.google.com/file/d/1EfjXwqQ6ZJto5L-Qcbz3NEWDR8tc4qRM/view?usp=sharing

Tugas hari ini Rabu, 30 Maret 2022:

  1. Membuat peta  konsep tentang "Struktur Lapisan Bumi dan Dinamikanya" di buku catatan khusus IPA
  2. Untuk mengukur tingkat pemahamanmu pada materi tersebut kerjakan latihan soal  KD 3.10/BAB 5 KE -1 dengan membuka link berikut iniπŸ‘‡

Materi IPA hari Selasa, 5 April 2022πŸ‘‡

Banyak teori-teori pembentukan tata surya yang pastinya sudah kamu pelajari kan? Apa pun teorinya, yang jelas bumi itu punya lapisan-lapisannya. Baik atmosfer, litosfer, dan hidrosfer. . Nah, dalam tulisan ini kita bakalan membahas sedikit tentang litosfer 

mengenal lapisan bumi litosfer - blog ruangguru - mencari litosfer

Apa sih yang dimaksud dengan litosfer?

Litosfer itu dapat diartikan sebagai lapisan batuan yang ada di bumi. Mudahnya bisa dipahami bagian padat dari bumi. Litosfer sendiri terdiri dari kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Perlu kamu ketahui nih Squad, lapisan-lapisan litosfer itu saling menyatu dan dipisahkan oleh hidrosfer.

Eitss...bukan berarti si hidrosfer ini jahat lho ya.

Hidrosfer memisahkan antara lapisan litosfer yang satu dengan yang lain yang mengakitbatkan adanya material panas yang membuat permukaan di tiap bagian litosfer itu berbeda-beda. Adanya perbedaan permukaan dari tiap lempengan di litosfer itu terbagi menjadi dalam dua teori yang bisa kamu pelajari

mengenal lapisan bumi litosfer - blog ruangguru - litosfer terbagi dua

Kita bahas satu per satu ya teorinya.

 

1.Teori Tektonik Lempeng

Alfred Wegener, seorang meteorolog asal Jerman mengatakan bahwa teori tektonik lempeng menganut bahwa di zaman dahulu, semua benua di bumi ini menyatu dan membentuk dataran yang luas. Sebutannya Pangea. Sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangea mulai terpisah dan bergerak menjauh secara perlahan. Sayangnya, teori ini tidak didukung penjelasan bagaimana cara Pangea itu saling menjauh.

Pokoknya udah pisah gitu aja ngga ada penjelasan lebih lanjut.

Tugas IPA hari Se;lasa, 5 April 2022:

  1. Setelah membaca dan memahami materi tersebut, untuk menambah referensi silahkan baca buku paket IPA semester 2 halaman 99 - 108 tentang "Teori Tektonik Lempeng" jika perlu buatlah rangkuman di buku catatanmu!
  2. Untuk mengukur tingkat pemahamanmu pada materi tersebut silahkan kerjakan latihan soal KD 3.10/BAB 5 KE-2  dengan membuka link di bawah iniπŸ‘‡πŸ‘‡

Materi IPA hari  12 April 2022

Teori Gempa Bumi dan Gunung Berapi

Gempa bumi sendiri diartikan getaran yang merambat melalui material bumi. Ini disebabkan energi dari pergerakan lempeng yang ada di dalam bumi. Semakin besar energinya maka getarannya semakin terasa. Gempat bumi melepaskan gelombang seismik yang merambat sepanjang permukaan bumi. Yaps...jadi di tiap permukaan bumi yang kamu pijak ini terdapat gelombang seismik.

Ketika gempa terjadi di dasar laut, maka gerakan antarlempeng tersebut akan mendoriong air laut untuk naik ke permukaan dan menimbulkan gelombang yang sangat besar. Inilah yang disebut dengan tsunami.

mengenal lapisan bumi litosfer - blog ruangguru - infografik

Selain gempa bumi, ada juga teori tentang gunung berapi Squad. Beberapa gunung berapi yang ada sekarang ini terbentuk karena tabrakan antara 2 lempeng. Jika lempeng satu punya massa jenis yang lebih besar, akan menekuk ke bawah lempeng yang lain karena punya massa jenis yang lebih kecil. Nah, ketika lempeng yang menekuk di bawah lempeng lainnya inilah yang akan menjadi magma.

Berita menariknya nih, Indonesia itu kan negara dengan pertemuan lempeng yang begitu banyak. Jadi, jangan heran kalau di Indonesia banyak gunung berapinya. Salah satu rangkaian gunung api yang dikenal banyak orang ialah cincin api pasifik (ring of fire).

mengenal lapisan bumi litosfer - blog ruangguru - ring of fire

Selain peristiwa meletusnya gunung Krakatau (1883) dan tsunami Aceh (2004) masih banyak gejala alam yang diakibatkan adanya cincin api pasifik. Di antaranya:

1. Erupsi Gunung Tambora di Indonesia tahun 1815

2. Erupsi Gunung Ruiz di Kolombia tahun 1985

3. Erupsi Gunung Pinatubo di Filipina tahun 1991

4. Gempa bumi di Chile tahun 1960

5. Gempa bumi di Alaska tahun 1964

6. Gempa bumi di Jepang tahun 2011

https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-lapisan-bumi-litosfer 


Tugas IPA hari Selasa,12 April 2022
  1. Setelah membaca dan memahami materi tersebut, untuk menambah referensi silahkan baca buku paket IPA semester 2 halaman 108 - 130 tentang "Gempa Bumi dan Gunung Berapi" jika perlu buatlah rangkuman di buku catatanmu!
  2. Untuk  mengukur tingkat pemahamanmu kerjakan latihan soal KD 3.10/BAB 5 KE-3 dengan membuka link berikut ini πŸ‘‰https://forms.gle/UrJX7KYqh7MNaD989



Selasa, 23 Maret 2021

KD 3.9/BAB 4 PEMANASAN GLOBAL

 


MATERI IPA HARI JUM'AT, 11 MARET 2022

KD 3.9/BAB 4 PEMANASAN GLOBAL

Pengertian Perubahan Iklim

Secara sederhana pengertian perubahan iklim adalah perubahan pola dan fenomena unsur iklim dalam periode jangka panjang yang mencakup iklim lokal, regional, maupun global. Dimana perubahan iklim ini dikelompokkan menjadi perubahan iklim antropogenik, yaitu perubahan yang berbahaya akibat aktivitas atau perilaku manusia yang biasa kita sebut pemanasan global, berbeda dengan perubahan iklim yang memang terjadi akibat proses alami bumi.

Sebagai penyebab utama terjadinya perubahan iklim, pemanasan global atau sering kita sebut juga Global Warming merupakan meningkatnya atau kenaikan suhu bumi termasuk suhu di atmosfer, suhu di daratan, maupun suhu di lautan. 

 

Penyebab Perubahan Iklim

Seperti yang udah dijelaskan di atas kalo penyebab terjadinya perubahan iklim adalah dikarenakan meningkatnya jumlah karbon dioksida dan juga gas-gas emisi atau biasa disebut juga gas rumah kaca. Pada artikel pencemaran lingkungan yang sebelumnya, kita ada bahas nih bahwa dampak dari pencemaran udara adalah efek rumah kaca, nah efek rumah kaca ini lah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Kemudian pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim, dan kebanyakan hasil gas rumah kaca ini berasal dari kegiatan atau aktivitas manusia itu sendiri seperti penebangan pohon, penggunaan bahan bakar fosil, pencemaran air, terutama di laut, dan juga industri pertanian. Mari kita bahas mengenai penyebab terbesar dari pemanasan global yaitu efek rumah kaca.

Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca terjadi akibat gas-gas tertentu menghalangi panas keluar, dimana gas-gas tersebut bersifat semi-permanen dan tidak merespon terhadap perubahan suhu, sehinga panas tersebut panas tersebut terperangkap dan memaksakan perubahan iklim atau di deskripsikan sebagai “forcing” climate change

Gas-gas yang berkontribusi dalam efek rumah kaca, sebagai berikut:

Uap Air (H2O)

Uap air merupakan gas paling banyak dihasilkan dari efek rumah kaca, gas ini berperan sebagai “umpan balik”. Kenapa di sebut demikian? Karena uap air akan meningkat seiringan dengan suhu bumi yang juga meningkat, sehingga semakin banyak uap air yang membentuk awan, dan menurunkan hujan, itulah kenapa disebut sebagai mekanisme umpan balik.

Kabon dioksida (CO2)

Sebenarnya karbon dioksida dilepaskan secara alami ketika kita bernafas dan juga pada saat terjadinya gunung meletus, namun, akibat perilaku dan perbuatan manusia yang melakukan penebangan pohon berskala besar atau biasa kita sebut penggundulan hutan, hal ini meningkatkan sebanyak 47% konsentrasi karbon dioksida ke atmosfer kita. Padahal peranan keberadaan pohon sangat penting, karena mampu menyerap gas-gas berbahaya dan mengubahnya menjadi oksigen (O2).

Metana (CH4)

Sama halnya dengan karbon dioksida, metana juga secara alami berasal dari emisi geologis, dan tumbuh-tumbuhan, namun gas metana menjadi banyak dilepasakan ke atmosfer akibat berbagai perbuatan manusia seperti penambangan, kegiatan perternakan, dan juga limbah pengurai di pembuangan sampah. Perlu diketahui bahwa gas metana merupakan gas rumah kaca yang lebih aktif dibandingkan karbon dioksida meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dari pada karbon dioksida di atmosfer.

Dinitrogen Oksida (NO2)

Dinitrogen oksida dihasilkan oleh adanya praktik budidaya tanah seperti penggunakan pupuk komersil dan organik, pembakaran bahan bakal fosil, pembakaran biomassa, dan juga produksi asam nitrat. Perlu diketahui bahwa dinitrogen oksida merupakan gas yang memiliki 298x pengaruh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.

Klorofluorokarbon (CFC)

Klorofluorokarbon terdiri dari karbon, klorin, dan flourin ini merupakan senyawa sintetis murni yang dihasilkan akibat penggunaan produk seperti kulkas dan AC (Air Conditioner). Selain merupakan gas rumah kaca, Klorofluorokarbon juga merupakan gas yang dapat menipiskan lapisan ozon, dimana lapisan ozon itu berfungsi untuk melindungi bumi dari benda-benda langit dan juga menahan 98% sinar ultraviolet atau yang kita sebut sinar UV dari matahari.

Dampak Perubahan Iklim

Berikut beberapa dampak dari adanya perubahan iklim akibat pemanasan global, yang perlahan tapi pasti akan terjadi jika pemanasan global terus terjadi.

Semakin Meningkatnya Suhu Bumi

Semakin banyaknya gas rumah kaca yang dihasilkan, akan semakin besar juga efek rumah kaca tersebut, sehingga pemanasan global akan terus terjadi, dan suhu bumi akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Mencairnya Es di Kutub

Mungkin beberapa dari kita udah cukup sering denger atau liat di berita bahwa semakin lama es di kutub mencair, bahkan NASA memperkirakan bahwa samudra arktik pada dasarnya bebas dari es atau tidak ada es lagi di musim panas sebelum pertengahan abad. Kalo kalian belum percaya, kalian bisa melihat bagaimana perubahan iklim mempengaruhi gletser, es laut, dan lapisan es benua di seluruh dunia saat ini di Global Ice Viewer.

Menaikkan Tinggi Permukaan Air Laut

Dari grafik yang merupakan data yang didapat dari pengamatan satelit diatas kita bisa liat dimana setiap tahunnya permukaan air laut semakin naik, Kenaikan tinggi permukaan laut terutama disebabkan oleh dua faktor yang berhubungan dengan pemanasan global, yaitu penambahan air dari lapisan es dan gletser yang mencair dan perluasan air laut saat menghangat. Yang berarti berarti volume air laut akan terus bertambah, sehingga tinggi permukaan air  laut akan terus meningkat, hal ini dapat mengancam orang-orang yang hidup di pesisir.

Pergeseran Musim dan perubahan curah hujan

Akibat adanya perubahan iklim, sehingga curah hujan, suhu, kelembaban, dan intensitas unsur iklim lainnya juga berdampak pada pergeseran musim dan juga perubahan curah hujan. Selain dapat berpotensi terjadinya kekeringan akibat musim kemarau yang berangsur lama, hal ini juga akan mempengaruhi petani dan dapat menyebabkan gagal panen. 

Untuk lebih memahami materi tentang "PEMANASAN GLOBAL" silahkan buka link PPT dan Youtube   berikut iniπŸ‘‡

  1. https://drive.google.com/file/d/1VdMAfldfVNuZ1v-w-dJbNIpKjoLB8xII/view?usp=sharing
  2. https://www.youtube.com/watch?v=qtibq5NRUmE

TUGAS HARI INI JUM'AT , 11 MARET 2022:

  1. Membuat Peta konsep tentang "Pemanasan Global" di buku catatan khusus IPA
  2. Untuk mengukur tingkat pemahamanmu tentang " Faktor Penyebab dan Dampak Pemanasan global bagi Kehidupan Manusia" maka silahkan kerjakan Latihan soal dengan membuka link di bawah iniπŸ‘‡

πŸ’“πŸ’“ Selamat mengerjakan...tetap semangat dan tetap menerapkan 3M (mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak  dan menggunakan masker)πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’“πŸ’“


MATERI IPA HARI SSELASA, 15 MARET 2022

Upaya Penanggulangan Terhadap Perubahan Iklim

Penanggulangan terhadap perubahan iklim tidak dapat dilakukan sendirian. Misalnya nih ada sekelompok masyarakat yang dalam kesehariannya sudah berupaya menggunakan produk ramah lingkungan. Di sisi lain, ada masyarakat yang menolak hal tersebut dan merasa tidak perlu menggunakannya karena tidak percaya terhadap perubahan iklim. Karenanya, perlu kerja sama dari berbagai pihak termasuk masyarakat dan juga pemerintah.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk satu unit kerja yang berfokus dalam menangani perubahan iklim khususnya dalam penyelenggaraan mitigasi, adaptasi, penurunan emisi gas rumah kaca, penurunan dan penghapusan bahan perusak ozon, mobilisasi sumber daya, inventarisasi gas rumah kaca, monitoring, pelaporan dan verifikasi aksi mitigasi perubahan iklim serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang disebut Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (DJPPI). Sesuai dengan yang dilansir di laman resmi DJPPI, berikut agenda pembangunan 2020-2024 dalam membangun lingkungan hidup dan meningkatkan ketahan bencana dan perubahan iklim (Prioritas Nasional atau PN 6).

Peningkatan Kualitas Hidup

Upaya peningkatan kualitas hidup berfokus pada 2 hal, yaitu:

Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

  1. Pemantauan kualitas udara, air, air laut, dan ekosistem gambut
  2. Pencegahan kebakaran lahan dan hutan
  3. Peningkatan kesadaran dan kapasitas pemerintah, swasta, dan masyarakat terhadap lingkungan hidup
  4. Pencegahan kehilangan keanekaragaman hayati dan ekosistem
  5. Pemantauan kinerja pengelolaan lingkungan pada usaha dan/atau kegiatan

Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

  1. Penanganan pencemaran dan kerusakan lingkungan
  2. Pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah plastik
  3. Pengurangan dan penghapusan merkuri
  4. Pembangunan fasilitas pengelolaan limbah B3 dan limbah medis

Peningkatan Bencana Alam dan Iklim

Upaya peningkatan bencana alam dan iklim akan berfokus pada,

Peningkatan Ketahanan Iklim

  1. Perlindungan kerentanan pesisir dan sektor kelautan
  2. Perlindungan ketahanan air pada wilayah beresiko iklim

Pembangunan Rendah Karbon

Upaya pembangunan rendah karbon akan berfokus pada 3 hal, yaitu:

Pemulihan Lahan Berkelanjutan

  1. Restorasi dan pengelolaan lahan gambut
  2. Rehabilitasi hutan dan lahan
  3. Pengurangan laju deforestasi

Pengelolaan Limbah

  1. Penanganan sampah rumah tangga

Rendah Karbon Pesisir dan Laut

  1. Inventarisasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan kelautan

Informasi lebih lengkapnya, kalian bisa membuka situs resmi DJPPI milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Tentunya upaya penanggulangan dari pemerintah tidak bisa berjalan efektif jika kita sendiri tidak turut andil dalam upaya meminimalisir pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim, agar tidak semakin memburuk, berikut beberapa upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka penanggulangan perubahan iklim.

  1. Bijaksana dalam Menggunakan Tisu dan Kertas

Kalian pasti tau kan kalo tisu dan kertas itu terbuat dari apa? Yap, dari kayu, kayu dari mana? Dari pohon, itulah kenapa kita perlu lebih bijak dalam menggunakan tisu dan kertas, karna konsumsi yang berlebihan membuat kita menyia-nyiakan pohon-pohon yang sudah ditebang, membuat tisu dan kertas yang kita miliki cepat habis kemudian kita beli lagi, dan juga menciptakan limbah sampah baru. Ini mungkin terlihat mudah tapi sulit untuk diterapkan karna habit atau kebiasaan kita. Bayangkan jika semua orang melakukan hal ini, demand atau permintaan dari kertas dan kayu kemungkinan akan berkurang yang artinya mengurangi pohon yang akan di tebang.

Ditambah sekarang udah jaman serba digital, kita bisa meminimalisir penggunaan kertas dengan memanfaatkan teknologi yang udah makin canggih sekarang.

2. Mengurangi Penggunaan AC (Air Conditioner)

Sebenarnya gak cuma penggunaan AC, kulkas, penggunaan cat kaleng, semprotan pengharum ruangan pun mengandung CFC, yang juga perlu kita kurangi penggunaannya. Banyak dari kita yang sering mengeluh jakarta panas kan? Dan hal ini membuat banyak dari kita menggunakan atau menyalakan AC, bahkan mungkin ada yang sampe 24 jam nonstop, namun secara tidak langsung kalian justru membuat bumi kita semakin panas karena menciptakan gas rumah kaca, dan juga membuat lapisan ozon kita semakin tipis.

3. Menggunakan Produk yang Ramah Lingkungan

Penggunaan plastik, dan styrofoam, menimbulkan banyak limbah sampah, yang tidak hanya menciptakan timbunan sampah, namun juga mencemari air, dan juga mencemari tanah, dimana mencemari tanah itu juga berpotensi mencemari udara. Ditambah plastik dan styrofoam merupakan bahan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Dimana plastik membutuhkan 50-100 tahun untuk terurai dan styrofoam membutuhkan waktu 1 juta tahun. Sementara dilansir dari Portal Informasi Indonesia  menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia saja, sampah plastik bisa mencapai 64 juta ton per tahun, dan 3,2 juta ton di antaranya dibuang ke laut.

4. Ikut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Penghijauan

Saat ini ada banyak lembaga baik itu lembaga independen maupun lembaga pemerintah dan juga komunitas yang mendukung kegiatan penghijauan, kita bisa mulai dengan mengikuti salah satu di antara nya agar kita bisa update dengan kabar mengenai lingkungan, sehingga kita lebih aware dan sadar kepentingan menjaga lingkungan. Kita juga bisa mengikuti kegiatan mereka untuk melakukan kegiatan penghijauan, atau bisa juga ajak lingkungan sekitar rumah kita untuk melakukan reboisasi bersama.

5. Menggunakan Kendaraan Umum

Selain penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan kemacetan, tapi juga menyebabkan polusi udara. Dengan menggunakan kendaraan umum, kita sudah berpartisipasi dalam mengurangi polusi akibat asap kendaraan, dimana asap kendaraan itu berperan banyak sebagai gas rumah kaca, dan juga berbahaya untuk kita hirup. 

Nah sekarang setelah tahu lebih banyak soal dampak dan penyebab dari perubahan iklim jadi sedih gitu gak sih liat bumi kita kayak gini? Padahal bumi ini merupakan planet tempat kita, keluarga kita, anak cucu kita nanti dan semua manusia buat tinggal.

6. Reduce, Reuse, Recycle

Reduce, Reuse, Recycle merupakan cara mengatasi pemanasan global yang paling sederhana setelah pengurangan emisi gas buang kedaraan bermotor. Reduce merupakan kegiatan menggunakan produk kemasan, terutama plastik seminimal mungkin. Cara ini akan mengurangi pemborosan. Selain itu, reduce juga bisa dilakukan dengan membeli produk yang bisa digunakan kembali alih-alih sekali pakai.

Sedangkan reuse merupakan langkah menggunakan kembali benda-benda bekas seperti kantong plastik atau botol plastik. Lalu recycle adalah kegiatan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai jadi berguna kembali, seperti mendaur ulang kertas, plastik, koran, kaleng kaca dan limbah lain menjadi benda atau karya yang bermanfaat.

7.  Matikan alat elektronik saat tidak digunakan

Mematikan alat elektronik ketika sedang tidak digunakan juga dapat menghemat listrik dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Ada baiknya Anda menggunakan lampu hanya saat diperlukan dan matikan pada siang hari. Anda juga bisa mematikan barang elektronik lainnya seperti televisi, kipas, stereo, dan komputer ketika tidak digunakan.

8. Ganti bola lampu

Bola lampu LED lebih baik daripada lampu fluorescent kompak (CFL). Bahkan hanya dengan mengganti bola lampu pijar 60 watt dengan LED yang digunakan 4 jam sehari, bisa menghasilkan penghematan sangat besar tiap tahun. LED juga mampu bertahan lebih lama dibandingkan lampu pijar.

 

9. Gunakan barang hemat energi

Saat ini, banyak alat rumah tangga terutama eletronik yang hemat energi. Beberapa produk elektronik seperti AC dan mesin cuci banyak tersedia dalam bentuk hemat energi. Hal ini dapat menjadi salah satu cara mengatasi pemanasan global yang efektif.

10. Kurangi pemakaian pemanas air

Kemudian, cara mengatasi pemanasan global yang bisa dilakukan yaitu dengan menghemat listrik yang digunakan untuk memanaskan air. Anda bisa menggunakan pemanas air pada 120 derajat untuk menghemat energi. Menggunakan pancuran rendah bisa menghemat air panas dan mengurangi hampir sekitar 350 pon karbon dioksida per tahun.

Selain itu, cuci juga pakaian atau perabotan dengan air hangat atau dingin untuk mengurangi penggunaan energi yang digunakan untuk memanaskan air.

(https://www.zenius.net/blog/25354/perubahan-iklim-dan-dampaknya-ekosistem) 

Untuk mengukur tingkat pemahamanmu  tentang Upaya penangggulangan pemanasan global silahkan kerjakan latihan soal dengan membuka link  berikut iniπŸ‘‡

πŸ’“πŸ’“Selamat mengerjakan dengan sungguh2 dan penuh tanggung jawab...kerjakan sampai tuntas nilaimuπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’“πŸ’“





KD 3.11/BAB 6 TATA SURYA

  Materi IPA hari Kamis, 19 Mei 2021 1.  Sistem Tata Surya  Tata surya adalah  susunan benda-benda lagit yang terdiri atas matahari sebagai ...